Antara Underground dan Glamor, Strategi Demna Selamatkan Gucci
Milan, Italia — Setelah menghadapi masa sulit akibat penurunan penjualan dan kehilangan arah estetika, Demna Gvasalia kini mencoba menyulap kembali Gucci menjadi kekuatan budaya dan komersial di dunia mode melalui campuran gaya yang tak terduga: antar underground dan glamor. Strategi ini terlihat jelas dari debut koleksinya di Milan Fashion Week Fall/Winter 2026 yang baru berlangsung.
🎤 1. Menghidupkan Budaya Bawah Tanah
Daripada mengandalkan selebritas besar atau tren quiet luxury yang sempat dipakai pendahulunya. Demna justru membawa elemen budaya underground ke panggung mode. Ia mengundang musisi rap dan ikon street culture yang tengah naik daun. Termasuk talenta dari skena hip-hop Inggris — untuk hadir bahkan tampil dalam show. Hal ini bukan sekadar gimmick: menurut Demna, relevansi budaya modern sering kali muncul dari bawah tanah, bukan dari arus utama.
Langkah ini bertujuan mengembalikan Gucci sebagai referensi gaya hidup yang autentik, bukan sekadar label fashion elit klasik. Pendekatan seperti ini menciptakan narasi baru di mana klien tidak hanya membeli pakaian, tetapi mengadopsi budaya.
💎 2. Memadukan Historis dan Glamor
Tak hanya soal underground, Demna juga menautkan kembali elemen glamor klasik Gucci. Koleksi tersebut menampilkan siluet sensual, garis desain yang memikat, dan aksesori berciri khas brand itu yang mengingatkan pada era kejayaan masa lalu — sambil tetap terasa modern dan berani.
Model ternama seperti Kate Moss ditampilkan dalam balutan gaun glamor sebagai penutup catwalk. Memperkuat kesan bahwa Gucci di bawah Demna masih mengusung luxury spectacle, tetapi dengan sentuhan segar yang lebih berani dan ekspresif.
📉 3. Bertujuan Menyelamatkan Brand dari Krisis
Pergeseran ini bukan sekadar soal estetika. Penunjukan Demna terjadi setelah Gucci mengalami penurunan pendapatan yang tajam — hampir separuh dari puncaknya beberapa tahun lalu — dan kehilangan momentum pasar. Kombinasi estetika kuat dan narasi budaya yang autentik menjadi harapan Kering, perusahaan induk Gucci, untuk mengembalikan daya tarik brand di pasar global yang semakin kompetitif.
Demna sendiri menyatakan visi yang jelas: menjadikan Gucci sebagai bahasa ekspresi yang berasal dari dunia nyata, bukan hanya panggung haute couture. Pendekatan ini mencoba merangkul berbagai gaya hidup, dari penggemar mode jalanan sampai pencinta glamor klasik.
🎭 4. Relevansi sebagai Senjata Utama
Strategi Demna bukan hanya soal tampil beda, tapi juga tentang menciptakan relevansi budaya. Dengan memadukan sisi underground yang kini digemari generasi muda dan glamor yang telah lama menjadi identitas Gucci, ia mencoba menjembatani dua dunia — membentuk kembali brand agar kembali menjadi simbol gaya hidup yang diikuti banyak generasi.
Kesimpulan:
Demna menghadirkan warna baru untuk Gucci melalui strategi yang menyeimbangkan akar budaya bawah tanah dengan glamor mewah, berharap dapat menyelamatkan rumah mode legendaris ini dari penurunan tajam dan mengembalikannya ke puncak relevansi global.
