Most Pop Sepekan: Permintaan Gubernur Terkaya di Indonesia Saat Pesan Kebaya
Jakarta – Gaya berbusana seorang kepala daerah kerap menarik perhatian publik, tak terkecuali saat permintaan khususnya terkait busana tradisional menjadi buah bibir netizen sepanjang sepekan terakhir. Kali ini sorotan tertuju pada sosok gubernur terkaya di Indonesia yang menunjukkan pilihan kebaya khas Indonesia saat memesan busana untuk acara resmi.
Gubernur Kaya dengan Dukungan untuk Desainer Lokal
Sherly Tjoanda, yang disebut sebagai gubernur terkaya di Indonesia dengan aset mencapai sekitar Rp 900 miliar, tidak hanya dikenal lewat kekayaannya, tetapi juga lewat cara ia memilih kebaya sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif lokal.
Dilansir dari unggahan media sosialnya, Sherly kerap mengenakan kebaya hasil karya desainer Indonesia. Termasuk model dari koleksi terbaru Lunar 2026 karya desainer ternama Wilsen Willim, yang dirilis untuk merayakan Imlek. Ia menunjukkan bagaimana busana tradisional bisa tampil elegan sekaligus mencerminkan identitas budaya Indonesia.
Pesan dalam Pilihan Kebaya
Lebih jauh, ketika memesan kebaya kepada desainer Intan Avantie, Sherly diketahui memberikan permintaan khusus terkait desain. Menurut sang perancang, gubernur tiga anak ini ingin kebaya yang mencerminkan keanggunan perempuan Indonesia. Tetap sopan dengan detail motif yang tidak terlalu transparan dan potongan yang sesuai.
Intan mengungkapkan bahwa meskipun kebaya tersebut sebenarnya bukan dibuat khusus untuk Sherly. Tetapi karena kebutuhan waktu dan jarak, ia mempercepat proses penyelesaian agar bisa dipakai tepat waktu. Komunikasi antara keduanya berjalan lancar, dan Sherly terlibat aktif dalam proses kreatif.
Respons Netizen dan Tren Berkebaya
Unggahan potret Sherly di berbagai acara resmi dengan kebaya Intan Avantie dan karya lokal lainnya menarik perhatian netizen. Banyak yang memuji pilihan gaya busana Sherly sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Indonesia dan dukungan terhadap desainer lokal. Apalagi dalam konteks tren kini yang semakin mengangkat pakaian tradisional dalam acara formal.
Momen ini sekaligus menunjukkan bagaimana figur publik memiliki peran dalam mempopulerkan kebaya di kalangan generasi muda sekaligus mendorong apresiasi terhadap karya perancang Indonesia.
