Makeup Ala TikTok yang Menonjolkan Wajah Lelah, Perlu Dicoba?

Spread the love
Rate this post

Jakarta – Di dunia kecantikan yang cepat berubah, TikTok kembali mencatatkan tren yang viral namun kontroversial: tampilan makeup yang sengaja dibuat terlihat lelah dan tidak sempurna. Meski sempat merajai feed pengguna, tren ini kini dinilai cepat berlalu dan menuai pro-kontra di kalangan beauty enthusiast.

Apa Itu Tren “Terlihat Lelah”?

Tren ini populer di TikTok melalui video-video tutorial yang menampilkan makeup dengan efek panda eyes, kantung mata gelap, dan kulit tampak kusam. Alih-alih menyamarkan ketidaksempurnaan wajah, tren ini justru menonjolkan kesan “tidak segar” sebagai bagian dari gaya. Para kreator biasanya menggunakan shading, highlight di area bawah mata, serta kontur yang sengaja tidak diratakan untuk menciptakan efek tersebut.

Menurut para pembuat video, tren ini dimaksudkan sebagai “kejujuran estetika” suatu cara untuk merayakan tampilan alami, tanpa harus selalu tampil flawless. Namun, tren ini seringkali dibumbui musik dramatis agar semakin dramatis dan estetis di timeline TikTok.

Reaksi Netizen: Pro dan Kontra

Respons warganet terhadap tren ini cukup beragam:

  • 💬 Pendukung: “Seru dan berbeda dari standar kecantikan yang selama ini dibentuk media sosial. Ini seperti merayakan sisi manusiawi kita.”

  • 😕 Kritikus: “Mengapa kita ingin terlihat lelah? Bukankah makeup seharusnya membuat kita merasa lebih baik, bukan sebaliknya?”

Beberapa pengguna bahkan menganggap tren ini berpotensi memengaruhi pandangan remaja tentang kecantikan. Terutama mereka yang tengah mencari identitas visual mereka di media sosial.

Kenapa Tren Ini Cepat Berlalu?

Meski sempat viral, tren tampilan “terlihat lelah” dianggap sebagai tren musiman yang sifatnya lebih sebagai ekspresi kreatif daripada sesuatu yang bisa bertahan lama:

  1. Nature TikTok yang Cepat Berubah
    Algoritme TikTok mendorong konten baru setiap harinya, sehingga tren kecantikan cenderung bertahan singkat sebelum digantikan dengan gimmick lain yang lebih menarik.

  2. Respon dari Komunitas Beauty Profesional
    Banyak makeup artist profesional menilai tren ini kurang relevan dengan tujuan makeup yang sesungguhnya—yakni menonjolkan fitur terbaik wajah dan meningkatkan rasa percaya diri.

  3. Pengguna Beralih ke Tren Lainnya
    Tren kecantikan lain seperti “glass skin”, soft glam look, dan minimalistic dewy makeup masih menjadi favorit karena memberikan hasil yang lebih universally flattering.

Pendapat Ahli

Dr. Mia Santika, seorang pakar dermatologi, mengatakan tren tampilan “terlihat lelah” bisa mencerminkan kecenderungan budaya pop yang ingin mengangkat narasi realisme. “Tapi pada realitanya, makeup dirancang untuk membuat seseorang merasa percaya diri. Terlalu menonjolkan ‘kelelahan’ bisa berdampak psikologis negatif bagi sebagian orang,” ujarnya.

Kesimpulan

Tren kecantikan TikTok yang menampilkan wajah “terlihat lelah” sempat menarik perhatian karena unik dan berbeda dari standar kecantikan mainstream. Namun, tren ini dianggap cepat berlalu karena tak memenuhi kebutuhan estetika yang umum dipegang pengguna. Serta kalah populer dibandingkan tren yang justru menonjolkan kesegaran dan kesehatan kulit.

Apakah tren ini akan kembali hadir di TikTok? Hanya waktu yang akan menjawab. Sementara itu, para beauty lovers di media sosial tampaknya tetap memilih tren yang membuat mereka merasa cantik dan percaya diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *